PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN MASYARAKAT PERKOTAAN

PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN MASYARAKAT PERKOTAAN

Pendidikan adalah bimbingan yang diberikan oleh orang yang memiliki ilmu pengetahuan kepada anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak dapat hidup sebagai manusia dalam bermasyarakat tanpa perlu bantuan orang lain. Di sini pendidikan bisa didapat dari keluarga (informal), sekolah (formal) maupun masyarakat (non formal). Sebagaimana teori jika manusia tidak bisa hidup sendiri, bisa diperkirakan jika pendidikan non formal (masyarakat) akan cukup besar pengaruhnya. Dengan lingkungan bermasyarakat yang kondusif pastilah pendidikan di ruang lingkup lain akan membaik.
Masyarakat adalah tempat anak memperoleh pendidikan non formal. Di sini, anak akan melakukan interaksi dan meniru segala hal yang dilakukan masyarakat lingkungannya. Hal ini tentunya sangat baik ketika lingkungan hidup anak damai, tenteram dan terjadi banyak aktivitas bersama. Interaksi yang dilakukan anak ini akan menjadi pendidikan non formal sebagai pengalaman hidup anak di lingkungan masyarakat. Masyarakat tidak hanya sebagai pendidik tetapi juga sebagai petugas hukum untuk menegakkan aturan di lingkungan tersebut agar anak-anak mereka tidak menyimpang dan benar dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan anak. Sayangmya hal ini tidak selamanya terjadi sesuai harapan, yaitu ketika lingkungan hidup anak hanya terjadi sedikit aktivitas bersama atau lingkungannya kurang kondusif. Bisa dikatakan di lingkungan yang buruk, anak ketika masih kecil akan meniru perilaku orang dewasa yang negatif dan ketika besar akan melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungannya yang buruk. Hal ini berdampak pada perilaku negatif anak ketika dewasa akan menjadi 2 kali lebih besar daripada perilaku orang dewasa yang dicontohya dahulu.
Bukan hal yang tabu lagi jika lingkungan perkotaan adalah tempat yang kurang baik dalam hal pendidikan anak. Salah satu ciri lingkungan perkotaan ini adalah kondisi lingkungan yang mudah membuat stres penghuninya. Kondisi ini bisa berupa tingkat polutan yang tersebar di udara yang begitu besar, suhu udara akibat polusi, global warming bahkan kurangnya paru-paru kota sebagai pusat udara bersih kota. Banyaknya stresor ini membuat banyak penghuni wilayah perkotaan secara paksa mengubah perilakunya sebagai bentuk penyesuaian diri terhadap lingkungan hidupnya. Buruknya perubahan ini adalah ketika perubahannya lebih mengarah pada hal negatif seperti sikap acuh terhadap orang lain maupun lingkungan. Sikap atau perilaku negatif penduduk ini akan sangat disesalkan ketika ditiru oleh anak-anak mereka nanti. Seorang anak yang tidak mengerti mana yang baik dan mana yang buruk akan secara mentah-mentah mengambil semua informasi yang ada di sekitarnya termasuk perilaku negatif tersebut.

 

sumber : http://muhtarasngari.blogspot.com/2016/01/pendidikan-di-lingkungan-masyarakat.html

Leave a Reply

Close Menu